Optimalisasi Perikanan Anambas: HNSI Anambas bersama DP3 Anambas Monitoring Kapal Collecting
![]() |
| Agustar, Ketua HNSI Anambas bersama Arcan Kadis DP3, Fetri Kabid Perikanan Tangkap DP3, dan staf saat meninjau proses muat ikan – cumi di kapal collecting (KM. Sumber Karya 8) |
Kepulauan Anambas –Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas, Agustar, bersama Plt Kepala Dinas Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DP3) Anambas, Arcan Iskandar, meninjau Kapal Collecting KM. Sumber Karya 8, yang melakukan muat ikan dan cumi di Pelabuhan Pasar Ikan, Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan. Kamis, (05/03/2026).
Peninjauan yang dilakukan Kadis bersama staf, guna memastikan agar proses muat hasil tangkapan nelayan kecil Anambas berjalan lancar tanpa hambatan.
"Hari ini, kita turun langsung melakukan monitoring bersama Ketua HNSI Anambas, Agustar, untuk melihat proses muat ikan dan cumi - cumi di dalam Kapal Collecting. Peninjawan ini untuk memastikan agar hasil tangkapan nelayan kecil Kepulauan Anambas yang akan dibawa ke Jakarta, berjalan lancar tanpa hambatan," ucapnya, saat berinteraksi dengan pengurus Kapal Collecting di Gudang Coolstorage Pelabuhan Pasar Ikan.
Lanjut ia mengungkapkan, biasanya cuma ada 1 Kapal Collecting yang mengangkut ikan dan cumi – cumi dari Anambas yang dibawa ke Jakarta.
"Alhamdulillah sekarang ada alternatif lainnya, biasanyakan cuma ada satu dan sekarang ada lagi kapal angkut lainnya. kami berharap juga ada lagi kapal – kapal yang seperti ini, kalau bisa jangan hanya satu. Intinya, semakin banyak semakin bagus dan harga ikan juga akan semakin tinggi sehingga berdampak terhadap perekonomian di Kepulauan Anambas dan sekaligus nelayan di kepulauan Anambas semakin sejahtera," ujarnya.
Sementara itu, Agustar Ketua HNSI Anambas menyampaikan, ucapan terima kasih dan Apresiasi kepada Plt Kadis DP3 Anambas yang telah berperan aktif untuk peduli terhadap nelayan di Anambas.
"Harapan kami ke depannya agar perikanan di Kepulauan Anambas semakin maju berkembang pesat dan bisa terus dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Anambas selain dari pada itu nilai harga jual bisa semakin tinggi lantaran bisa menembus pasar nasional maupun ke pasar internasional," ujarnya.
HNSI Kepulauan Anambas terus berupaya memperjuangkan hasil Perikanan yang ada di Kepulauan Anambas.
Optimalisasi terhadap hasil tangkapan nelayan kecil Anambas, bukan hanya melalui Kapal Angkut Collecting saja akan tetapi juga melalui Kapal Tol Laut untuk penambahan kuota kontainer pendingin (reefer container). Sebagai kebutuhan mendesak bagi keberlangsungan ekonomi nelayan.
Selama ini nelayan kerap menghadapi dilema ketika hasil tangkapan melimpah namun kapasitas pengiriman terbatas. Kondisi tersebut berimbas pada turunnya harga jual di tingkat nelayan karena distribusi tidak maksimal. Oleh karena itu HNSI Anambas terus berupaya memperjuangkan untuk mewujudkan kesejahteraan nelayan di Kepulauan Anambas.
Dari hasil tangkapan nelayan kecil di Kepulauan Anambas sendiri, kurang lebih mencapai 3.323 Ton/Tahun bahkan sepanjang 2025, rata-rata per bulan lebih dari 200 ton baik ikan maupun cumi yang terangkut keluar Anambas ke berbagai daerah seperti Jakarta, Palembang, hingga Kalimantan. Bahkan pada Mei, Juni, dan Juli, angkanya melonjak drastis—masing-masing 408 ton, 593 ton, dan 516 ton, oleh karena itu perlu diantisipasi agar hasil tangkapan nelayan Anambas semuanya bisa terangkut.
Dalam kondisi tertentu, satu bagan yang bisa menghasilkan 100 kilogram ikan maupun cumi per hari, bahkan pernah mencapai 500 kilogram. Dengan ratusan nelayan bagan beroperasi, potensi produksi bisa melonjak signifikan.
Dengan adanya segala pasilitas dan kapasitas armada kapal angkut baik menggunakan kapal collecting maupun kapal tol laut, reefer container nelayan dapat mengakses pasar lebih luas dengan harga lebih baik dan perekonomian di Kepulauan Anambas akan semakin meningkat.

Posting Komentar