Mesin Pompong Rusak, Nelayan Anambas Terombang Ambing di Offshore Kakap Natuna
Pompong Nelayan KM Putra Daerah saat berada dilokasi Ofshore (Poto Istimewa)Kepulauan Anambas – Tiga orang nelayan asal Kabupaten Kepulauan Anambas dilaporkan terombang-ambing di wilayah perairan Offshore Kakap, Natuna, setelah kapal pompong yang mereka gunakan mengalami kerusakan mesin, Kamis (12/02/26).
Laporan kejadian tersebut diterima sekitar pukul 18.00 WIB. Informasi awal disampaikan oleh Ketua Ranting HNSI Kute Siantan, Sahril, yang kemudian menghubungi Yuni Saputra selaku OKK DPC HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Benar, sekitar pukul 18.00 WIB Ketua Ranting Kute Siantan menghubungi saya dan menyampaikan laporan bahwa pompong nelayan bernama KM Putra Daerah mengalami kerusakan mesin di kawasan perairan Offshore lokasi Kakap Natuna,” ujar Yuni.
Ia menjelaskan, ketiga nelayan tersebut adalah Zainudin, nelayan Desa Payalaman yang bertindak sebagai nakhoda. Sementara dua anak buah kapal (ABK) masing-masing bernama Danu dan Nuar, nelayan asal Desa Batu Ampar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Yuni mengaku langsung berkoordinasi dengan pihak perusahaan Star Energy, baik yang berada di Matak Base maupun di lokasi Offshore Kakap Natuna.
“Merespons laporan itu, saya langsung menghubungi pihak perusahaan Star Energy di Matak Base dan di Offshore Kakap Natuna. Berkat koordinasi yang baik, sesuai arahan, kami juga langsung mengirimkan surat permohonan bantuan evakuasi nelayan untuk bisa ditindaklanjuti,” terangnya.
Lebih lanjut, Yuni menjelaskan bahwa saat ini pompong nelayan tersebut telah bertambat di tiang flare Platform Kilo Hotel (KH).
“Saudara kita nelayan yang mengalami kerusakan mesin saat ini bertambat di tiang flare Platform Kilo Hotel (KH). Alhamdulillah respons dari pihak perusahaan cukup baik, bahkan mereka membantu menurunkan kebutuhan seperti makanan dan minuman. Kita berharap besok mereka sudah bisa pulang ke pangkalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, atas permintaan pihak keluarga, Ketua HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas Agustar juga telah menyurati pihak Star Energy agar dilakukan penarikan (towing) menggunakan kapal tugboat menuju pangkalan di Desa Payalaman, Kecamatan Kute Siantan, Kepulauan Anambas.
Hingga berita ini diturunkan, proses koordinasi untuk evakuasi ketiga nelayan tersebut masih berlangsung.
Posting Komentar