LPK Pekanbaru Sosialisasikan Transformasi Kelembagaan, Perkuat Sinergi dengan HNSI Anambas

Loka PK Pekanbaru, Ketua HNSI Anambas, Staf Cabdis DKP Kepri dan DP3 Anambas
Loka PK Pekanbaru, Ketua HNSI Anambas, Staf Cabdis DKP Kepri dan DP3 Anambas

 Kepulauan Anambas –Loka Pengelolaan Kelautan Pekanbaru Wilayah Kerja (Wilker) Anambas melakukan kunjungan kerja ke Kantor Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas di Pelabuhan Perikanan Antang, Kepulauan Anambas, Rabu (18/02/2026).


Kunjungan tersebut turut dihadiri perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau serta Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan (DP3) Kepulauan Anambas, memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan di wilayah perbatasan tersebut.

Koordinator Satuan Pelayanan Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas, Leonard Simbolon, menjelaskan bahwa kehadiran pihaknya dalam rangka sosialisasi dan kolaborasi terkait perubahan kelembagaan dari LKKPN Pekanbaru menjadi LPK Pekanbaru.

“Berdasarkan Permen KP Nomor 27 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Pengelolaan Kelautan, LKKPN Pekanbaru telah resmi berganti nama menjadi LPK Pekanbaru, yaitu Loka Pengelolaan Kelautan Pekanbaru,” ujarnya.

Leonard mengungkapkan, transformasi tersebut membawa sejumlah perubahan signifikan pada tugas dan fungsi lembaga. Salah satunya adalah fungsi pengawasan yang kini tidak lagi berada di ranah LPK Pekanbaru.

“Sebagian tugas dan kewenangan sudah berubah, seperti pengawasan, termasuk PKKPRL, KKPRL, konfirmasi kesesuaian ruang laut serta izin pemanfaatan ruang laut. Saat ini tugas dan fungsi tersebut beralih ke Balai Penataan Ruang Laut yang berpusat di Padang, sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan,” jelasnya.

Meski demikian, LPK Pekanbaru tetap memiliki peran strategis, di antaranya dalam pemanfaatan spesies ikan dilindungi melalui pengurusan perizinan jenis ikan tertentu, seperti Ikan Napoleon dan Ikan Arwana, baik untuk perdagangan dalam negeri maupun ekspor.

Leonard menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka ruang konsultasi bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan, meskipun beberapa kewenangan telah beralih.

“Jika kawan-kawan nelayan ataupun pelaku usaha ingin meminta bantuan, walaupun sudah bukan menjadi fungsi kami, kami tetap siap membantu dan mempersilakan untuk berkonsultasi, baik mengenai perizinan KKPRL, PKKPRL maupun hal lainnya,” tambahnya.

LPK Pekanbaru, Leonard Simbolon bersama anggotanya Satria dan Amelia saat bincang bersama Ketua HNSI Anambas Agustar diruang Kerja
LPK Pekanbaru, Leonard Simbolon bersama anggotanya Satria dan Amelia saat bincang bersama Ketua HNSI Anambas Agustar diruang Kerja 

Ketua HNSI Kepulauan Anambas, Agustar, menyambut positif sosialisasi yang dilakukan LPK Pekanbaru. Ia mengapresiasi kunjungan dan silaturahmi yang dinilai penting dalam memperjelas perubahan kelembagaan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada LPK Pekanbaru Wilker Anambas, khususnya Leonard Simbolon selaku Koordinator Satuan Pelayanan Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas, yang telah berkunjung dalam rangka sosialisasi transformasi LKKPN Pekanbaru menjadi LPK Pekanbaru,” ujar Agustar, didampingi OKK HNSI Anambas, Yuni Saputra.

Menurutnya, meski terdapat perubahan pada sebagian tugas dan kewenangan, fungsi utama LPK Pekanbaru tetap sejalan dengan kepentingan nelayan, yakni menjaga dan melindungi kelestarian kawasan konservasi di Kepulauan Anambas.

“Sinergisitas dan kolaborasi tetap diutamakan sebagaimana tugas dan fungsi LPK Pekanbaru dalam menjaga, pemanfaatan, serta perlindungan kawasan konservasi, termasuk spesies genetik dan biota perairan yang dilindungi. Kami berharap kerja sama ini terus terjalin baik bersama DKP Kepri, DP3 Anambas, serta berbagai unsur lintas sektor lainnya,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan diskusi hangat membahas berbagai persoalan yang dihadapi nelayan Anambas, serta sesi foto bersama sebagai simbol penguatan kolaborasi antara pemerintah dan organisasi nelayan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut di wilayah perbatasan tersebut.

Posting Komentar